Lanjut dengan rumus sisa, satu lagi:
Negatif kali positif = negatif
Orang yang salah pada waktu yang benar = salah
Santri yang (jadi) maling pada waktu di pesantren = salah
Yang benar; kalau santri itu terbukti dia maling, maka dia berada pada waktu yang me’maling’kan.
Untuk ukuran banyak teman-temannya, program pesantren itu sudah membaikkan. Cuma berhasil membuat hanya satu dia yang gak bener. Berlaku teori penyimpangan, karena toh tidak ada suatu kondisi yang cukup sempurna membuat semua orang didalamnya jadi sama.
Jadi, mungkin karena bawaan anak itu kuat sekali sifat mencurinya, kleptomania misalnya, atau pembinaan tidak merata ke semua santri, ada yang terlewatkan, maka jadilah ada satu santri yang terpalingkan dari kondisi yang membaikkan itu.
Tak perlu merasa gagal, sudah lebih banyak yang jadi baik dan cuma menyisakan satu atau sedikit yang tidak baik, masih bisa dikatakan satu prestasi cemerlang dari sebuah sistem.
(Di Timur Fajar)

About Di Timur Fajar (DTF)

Aku andaikan mereka dan mereka andaikan aku. Cobalah berempati: merasakan berada pada posisi mereka, maka akan banyak yang bisa kita mengerti dan pahami tentang mereka, tentang kesalahan mereka. Karena kenyataan tidak pernah salah. Tuhan menghadiahi kita akal, bahwa ada kausalitas dalam setiap persoalan. Maka pandai-pandailah menguraikannya." Jadilah diri sendiri namun tak ada salahnya Anda(i) coba berempati dalam posisi orang lain. ( Di Timur Fajar / DTF )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s