1303020681990259608_300x375.65217391304
(Jangan salah, dikatakan bisa menyesatkan, bukan orang pintar itu menyesatkan)

Contohnya, dalam satu kelas, ada satu Amir yang pintar, terlalu pintar malah.
Dalam setiap proses pembelajaran dia tampil cemerlang, terdepan dalam mengunyah setiap materi pembelajaran. menjawab setiap soal.
Kelamaan si Amir jadi menyesatkan sang guru dalam menterjemahkan kemampuan belajar rata-rata temannya.
Sang guru sering menunjuk si Amir ” Kenapa dia bisa, kalian bodoh amat?”
Gak sadarkah guru ini, dia telah disesatkan oleh kepintaran si Amir. Tidak menelaah ada
apa dengan semua temannya yang pada bengong karena akselerasi belajar lebih disesuaikan dengan kecerdasan si Amir. Sadarkah guru tersebut, si Amir pintar bukan semata pengajarannya, tapi sudah dari sononya memang dia pintar.
Sementara proses belajar tidak menyentuh tingkat kebutuhan belajar rata-rata temannya.
(Di Timur Fajar)
Orang terlalu pintar mungkin bisa disiasati dengan kelas-kelas khusus orang pintar.
Tapi pintar yang rata-rata (lebih pintar sedikit) bijaknya tidak harus dengan membuat kelas-kelas ekslusif.
Murid pintar bisa diajak gurunya bersinergi membuat teman-temannya menjadi pintar secara bersama, dia menjadi asisten gurunya memacu dorongan dan cara belajar teman-temannya. Dengan cara ini, murid pintar bisa tawadhu dengan kepintarannya, sadar dia perlu bersyukur lagi dikondisikan dengan semua sebab-sebab yang memintarkan, lahir dari orang tua dan kondisi keluarga yang memintarkan. Sementara teman-temannya tidak seberuntung dia, yang olehnya dia perlu bantu seiring sejalan menjadi pintar secara bersama.

About Di Timur Fajar (DTF)

Aku andaikan mereka dan mereka andaikan aku. Cobalah berempati: merasakan berada pada posisi mereka, maka akan banyak yang bisa kita mengerti dan pahami tentang mereka, tentang kesalahan mereka. Karena kenyataan tidak pernah salah. Tuhan menghadiahi kita akal, bahwa ada kausalitas dalam setiap persoalan. Maka pandai-pandailah menguraikannya." Jadilah diri sendiri namun tak ada salahnya Anda(i) coba berempati dalam posisi orang lain. ( Di Timur Fajar / DTF )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s