. Kalau kita diberi kesempatan sebagai pemimpin dalam mengatasi sebuah kesulitan, berpikirlah bagaimana membuat keadaan: diri kita dan orang lain, semua perangkat serta semua cara, bergerak secara bersama bisa mengatasi kesulitan itu.
. Bukan terlalu menghebati diri, mengandalkan kemampuan diri pribadi bisa mengatasi kesulitan itu.
. Apalagi dengan kemampuan dan kesempatan itu kita hanya menyelamatkan diri dari kesulitan tersebut. Atau, hanya kalau kita ada kesulitan itu bisa diatasi.
. Sebab…,
. Sekali waktu kita pensiun dari kesempatan itu, uzur dari semua kemampuan itu, kita akan menyesalinya luar biasa. Luar biasa karena sudah berada di luar system baru menyadarinya. Pernah ada di sana tapi tidak sampai memampukan keadaan, memampukan orang lain, membuat mereka berpikir untuk mampu secara bersama. Lantas sekarang begini jadinya. Kita ditelantarkan dari cara yang sama, dengan ego yang serupa. Mereka yang mampu dan kita beri kesempatan, hanya ingin menyelamatkan dirinya sendiri, mengangkangi kekuasaan demi kepentingan kelompoknya sendiri.
. Hiks, hiks.
(Di Timur Fajar)

About Di Timur Fajar (DTF)

Aku andaikan mereka dan mereka andaikan aku. Cobalah berempati: merasakan berada pada posisi mereka, maka akan banyak yang bisa kita mengerti dan pahami tentang mereka, tentang kesalahan mereka. Karena kenyataan tidak pernah salah. Tuhan menghadiahi kita akal, bahwa ada kausalitas dalam setiap persoalan. Maka pandai-pandailah menguraikannya." Jadilah diri sendiri namun tak ada salahnya Anda(i) coba berempati dalam posisi orang lain. ( Di Timur Fajar / DTF )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s