. .Dalam hal menyikapi dan mencari solusi dari suatu masalah, saya suka menggunakan pendekatan sistem. Dalam artian suatu masalah kita dekati dengan perbaikan sistem. Sistemnya yang kita benahi, bukan hanya semata mengandalkan ketangguhan pribadi mengatasinya.
. .Usaha pribadi tetap kita fungsikan tetapi sebagai agen perubahan atau unsur penyangga dari sistem itu (sub sistem). Agen of change atau apa yaa? Gak tau istilah kerennya.
. .Saya ambil contoh:
. .Pernah berapa kali dalam tayangan investigasi TV mana itu, kita diberitahu trik dan tips mengenali jualan makanan yang berformalin. Kepada kita diperingatkan bahaya formalin. Cara mengenali makanan berformalin, seperti apa ciri-cirinya.
Sayangnya selagi menyimak tayagannya, ketelmian (terlalu mikir) saya sudah ngelantur ke mana-mana. Ada dua hal yang saya pikir:
. .Pertama, gimana ya dengan mereka yang tidak sedang menonton acara ini, yang tidak punya TV, tidak mudeng dengan acara semacam ini, atau kesibukan dan kesulitan hidup membuat mereka tidak punya waktu dan kesadaran menonton

About Di Timur Fajar (DTF)

Aku andaikan mereka dan mereka andaikan aku. Cobalah berempati: merasakan berada pada posisi mereka, maka akan banyak yang bisa kita mengerti dan pahami tentang mereka, tentang kesalahan mereka. Karena kenyataan tidak pernah salah. Tuhan menghadiahi kita akal, bahwa ada kausalitas dalam setiap persoalan. Maka pandai-pandailah menguraikannya." Jadilah diri sendiri namun tak ada salahnya Anda(i) coba berempati dalam posisi orang lain. ( Di Timur Fajar / DTF )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s