index
. . Pernahkah kita cemburu? Mungkin, atau lebih dari itu; sering. Boleh jadi kita tidak bisa mengelaknya, seandainya itu telah menjadi sifat kita.
. . Cemburu adalah perasaan yang mengundang ketidaksenangan, kasih sayang kita akan direnggut orang lain. Uniknya, banyak orang berpikir: cinta tanpa cemburu adalah palsu. Padahal cemburu tidak lain dari sekedar perasaan yang mengemban cinta akan diri sendiri. Tapi untuk mengatakan kita tidak cemburu , sangat sulit. Setiap orang mendambakan dirinya dicintai, disayangi, . . .
. . Bagaimana seandainya dunia ketiadaan cemburu? Seorang pertapa bisa saja mengkhayalkan demikian. Dan itu tidak mungkin terlaksana. Cemburu adalah sifat yang manusiawi. Yang mengenakannya adalah manusia juga.
. . Seorang wanita merasa tidak berarti bila kekasihnya tidak pernah menampilkan sikap cemburu. Di lain pihak sang kekasih mati-matian memegang prinsipnya: cemburu adalah perasaan cinta diri sendiri. Sedangkan dia ingin memberikan cintanya yang ‘sejati’. Tanpa imbalan apapun.
. . Namun kalau pujaannya sudah merasa tidak berarti lagi, lalu kenapa dia masih berani mengatakan bahwa dia selama ini telah memberikan cinta sejati.
. . Berarti kita harus melihat kemungkinan adanya hubungan timbal balik antara cemburu dengan kadar cinta.
. . Yeaah, bagaimanapun kita hanya manusia yang manusiawi!!!
(Di Timur Fajar)ii

About Di Timur Fajar (DTF)

Aku andaikan mereka dan mereka andaikan aku. Cobalah berempati: merasakan berada pada posisi mereka, maka akan banyak yang bisa kita mengerti dan pahami tentang mereka, tentang kesalahan mereka. Karena kenyataan tidak pernah salah. Tuhan menghadiahi kita akal, bahwa ada kausalitas dalam setiap persoalan. Maka pandai-pandailah menguraikannya." Jadilah diri sendiri namun tak ada salahnya Anda(i) coba berempati dalam posisi orang lain. ( Di Timur Fajar / DTF )

8 responses »

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, DTF…

    Didoakan sihat dan dalam barakah Allah SWT.
    Cemburu adalah sifat Allah SWT yang diberikan sedikit kepada manusia untuk menemani kehidupannya. Kita sering cemburu tetapi tidak tahu bagaimana harus mengurus cemburu yang benar-benar patut dicemburui.

    Dalam Islam, kita wajib cemburu kepada teman yang tidak menjalani perintah Allah SWT dan beginilah cemburu Allah kepada hamba-NYA. kerana cemburu dalam beragamalah, kita harus menyadarkan mereka agar kembali menyintai Allah dan tahu kesalahan mereka.

    Jangan biarkan cemburu buta menghantui jiwa kita kerana banyak akibat yang buruk terhasil dari cemburu yang tidak berlandaskan ilmu dan amal.

    Salam hormat dari Sarikei, Sarawak. 😀

    • Waalaikum salam war. wab.
      Terima kasih atas doa dan harapannya.
      Iya, Mbak Siti. Rasa cemburu asal masih dalam kadar yang secukupnya justru diperlukan untuk melanggengkan kasih saya kita terhadap pasangan .
      Ternyata urusan cemburu lebih luas dari sekedar yang saya paparkan yaa?
      Memang, lihat mereka yang amal kebaikkannya lebih banyak dari kita, patutlah rasa cemburu itu ditumbuhkan untuk bisa berlomba-lomba memperbanyak amal kita. Yang ini cemburu yang patut kita kembangkan. Ada baiknya kebaikan itu saling disenergikan satu sama lain. Tidak untuk dipertentangkan.
      Salam balik dari Indonesia pula – DTF.

  2. Selamat Menyambut Maal Hijrah 1435. Semoga kehidupan DTF dan keluarga selalu diberi kejayaan yang cemerlang di dunia dan akhirat. Aamiin.

  3. Pendar Bintang berkata:

    Bis ajadi cemburu karena si ibu lebih memperhatikan adiknya, itu saya dulu…
    Cemburu karena ada perasaan kurang diperhatikan…
    Kalau perhatian cukup dan adil insyaallah gak ada cemburu….tapi manusia kan terlalu banyak nuntut 😀

    • Setuju!. Cemburu bisa muncul di berbagai dimensi. Bukan sekedar di ranah percintaan.
      Tapi kalau dalam kasus yang disebut, cemburu bisa jadi signal yang diperlukan untuk menandai ada kasih sayang yang berat sebelah dari orang tua.
      Jadi pada porsi yang terukur, sikap cemburu bisa berfungsi dengan baik bukan?
      Sebagai orang tua harusnya tidak membeda-bedakan porsi kasih sayang.
      🙂

  4. mawarkuningku berkata:

    Cemburu, manusiawi.

    Biasanya Saya pribadi selalu bilang begitu. Tapi, terkadang Saya juga membenci itu dalam banyak hal. Cemburu penting, tapi kalau berlebihan tidak baik juga. Intinya pintar-pintarnya kita mengelola sifat manusia yang satu ini agar tidak membawa dampak ynag negatif.

    • Waah, lama baru bisa membalas pesan ini.
      Ini juga blog malang ini lama ditinggal karena lebih banyak malang melintang di fban.
      Setuju dengan paparannya. Asal tidak cemburu buta, Nalar kita perlu membuatnya berkedip sebentar, memfungsikannya untuk hal-hal yang bermanfaat. Cemburu untuk bisa berlomba-lomba dalam kebaikan.
      Maaf, yaa? Lama baru merespon pesannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s